Perbedaan Jaksa dan Penuntut Umum

doktorhukum.com – Dalam KUHAP, jaksa dan penuntut umum memiliki pengertian yang berbeda. Dikarenakan memiliki pengertian yang berbeda, maka wewenangnya pun juga berbeda, walaupun keduanya berada dibawah lembaga Kejaksaan Republik Indonesia.

Disebutkan dalam Pasal 1 angka 6 huruf (a) dan (b) KUHAP  bahwa : 

  1. Jaksa adalah pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. sedangkan, 
  2. Penuntut umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hakim.

Pengertian Jaksa dan Penuntut Umum juga dapat kita liha di dalam UU No. 16  Tahun 2004 tentang Kejaksaan yang di dalam Pasal 1 angka 1 dan 2 menyebutkan :

  1. Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberi wewenag oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap serta wewenang lain berdasarkan undang-undang;
  2. Penuntut Umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh Undang-Undang ini untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hakim.

 

Penulis :

R. Indra

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait