Memahami Kriteria Waralaba Menurut Hukum

doktorhukum.com – Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam membentuk waralaba (franchise) adalah masalah “kriteria waralaba.”

“Kriteria Waralaba” disebutkan langsung dalam Pasal 3 PP No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba dan Pasal 2 ayat (2) Permendag No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba. 

Apabila melihat kriteria-kriteria tersebut, maka terdapat 4 (empat) aspek didalamnya, yaitu aspek managemen, aspek keuangan, aspek bisnis dan aspek hukum yang perlu dipenuhi dalam membangun bisnis waralaba (franchise).

Dari keseluruhan aspek tersebut, peraturan perundang-undangan membanginya kedalam 6 (enam) kriteria, yaitu :

1. Memiliki Ciri Khas Usaha

Memiliki ciri khas usaha adalah usaha yang akan dikembangkan menjadi waralaba memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak mudah (sulit) ditiru dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan membuat konsumen selalu mencari ciri khas dimaksud.

Ciri khas usaha dapat berupa managemen, cara penjualan dan pelayanan, atau penataan atau cara distribusi yang merupakan karateristik khusus dari Pemberi Waralaba.

 

2. Sudah Terbukti Telah Memberikan Keuntungan

Sudah terbukti telah memberikan keuntungan adalah menunjuk pada pengalaman Pemberi Waralaba yang telah dimiliki kurang lebih 5 (lima) tahun dan telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk mengatasi masalah-masalah dalam perjalanan usahanya, dan ini terbukti dengan masih bertahan dan berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.

 

3. Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis

Memiliki standar atas pelayanan dan pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis. Artinya, bisnis waralaba (franchise) wajib memiliki SOP (Standar Operational Procedure) dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya.

 

4. Mudah diajarkan dan diaplikasikan

Mudah diajarkan dan diaplikasikan artinya bisnis waralaba yang dikembangkan diwajibkan untuk mempermudah Penerima Waralaba yang belum atau tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan di dalam dunia usaha sejenis. Oleh karena itu diharapkan Pemberi waralaba dapat membantu Penerima waralaba memberikan bimbingan operasional dan managemen yang berkesinambungan satu sama lainnya.

 

5. Dukungan berkesinambungan

Dukungan yang berkesinambungan artinya dukungan dari Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba secara terus menerus  diberikan seperti bimbingan operasional, pelatihan, dan promosi.

 

6.  Hak Kekayaan Intelektual Yang Terdaftar

Hak Kekayaan Intelektual  (HAKI) yang telah terdaftar artinya Hak Kekayaan Intelektual dari usaha waralaba tersebut telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) seprti hak  merek, hak cipta, paten, dan rahasia dagang, sudah didaftarkan dan mempunyai sertifikat atau sedang dalam proses pendaftaran di instansi yang berwenang.

 

Memenuhi unsur-unsur dari kriteria waralaba (francishe) sebagaimana dimaksud Pasal 3 PP No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba dan Pasal 2 ayat (2) Permendag No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba sangat penting bagi para pelaku usaha, sebab apabila tidak dilakukan, maka pihak yang berwenang berdasarkan diskresi yang dimiliki memberikan sanksi administratif seperti teguran lisan, teguran tertulis sampai dengan pencabutan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

 

Editor : R. Indra

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait