Aturan Penggunaan Logo Waralaba / Franchise

doktorhukum.com – Dalam Pasal 1 angka 9 Permendag No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba yang menyebutkan pengertian logo waralaba tersebut adalah :

“Logo Waralaba adalah tanda pengenal berupa simbol atau huruf yang digunakan sebagai identitas kantor pusat dan gerai/tempat usaha milik Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba.”

Dari uraian pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Logo waralaba dapat dikatakan sebagai bentuk legalitas seseorang atau perusahaan menjalankan kegiatan usaha waralaba (franchise).

 

Pengaturan Penggunaan Logo Waralaba

Untuk mengerti dan memahami tata cara penggunaan dan mendapatkan logo waralaba, maka  dapat dilihat peraturan perundang-undangan terkait yaitu Permendag No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba.

Disebutkan dalam Pasal 14 ayat (1) bahwa penyelenggara waralaba wajib menggunakan Logo Waralaba.

Adapun dimaksud penyelenggara  waralaba yang wajib menggunakan logo waralaba adalah :

  1. Pemberi Waralaba berasal dari dalam negeri;
  2. Pemberi Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba luar negeri;
  3. Pemberi Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba dalam negeri;
  4. Penerima Waralaba berasal dari Waralaba luar negeri;
  5. Penerima Waralaba berasal dari Waralaba dalam negeri;
  6. Penerima Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba luar negeri; dan
  7. Penerima Waralaba Lanjutan berasal dari Waralaba dalam negeri.

Untuk mendapatkan logo waralaba, maka penyelenggara waralaba memiliki kewajiban mengajukan permohonan kepada Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribisi dibawah Kementerian Perdanganan. Dalam mengajukan permohonan tersebut, penyelenggara waralaba memiliki kewajiban untuk memuat jumlah dan lokasi gerai/tempat usaha serta cara pendistribusiannya. (Lihat: Pasal 15 ayat (1) dan (2) Permendag No. 71/2019).

Logo waralaba diletakkan dan dipasang di tempat terbuka dan mudah dilihat di :

  1. Kantor Pusat, serta
  2. Setiap Gerai Waralaba. (Lihat: Pasal 16 Permendag No. 71/2019).

Penyelenggara Waralaba juga dilarang menggunakan logo waralaba apabila tidak memiliki Surat Tanda Daftar Waralaba (STWP). Selain itu dilarang menggunakan logo waralaba, apabila :

  1. Mengubah bentuk logo waralaba;
  2. Menyalahgunakan logo waralaba; dan
  3. Memalsukan logo waralaba. (Lihat: Pasal 17 Permendag No. 71/2019).

 

Spesifikasi Logo Waralaba

Spesifikasi Logo Waralaba diatur dalam Lampiran III Permendag No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba yang dijelaskan sebagai berikut :

PENJELASAN UMUM

Desain Logo Waralaba dibuat untuk memberikan identitas kepada orang perseorangan atau badan usaha yang melakukan kegiatan usahanya dengan sistem Waralaba.

Logo Waralaba memiliki 2 (dua) komponen, yaitu simbol berupa lambang Waralaba dan tulisan “Kementerian Perdagangan” sebagai instansi pembina kegiatan usaha Waralaba.

 

LANDASAN KONSEP DESAIN LOGO WARALABA

Kementerian Perdagangan adalah lembaga pemerintah yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan dan bertanggung jawab sebagai pembina dalam kegiatan usaha Waralaba serta bertugas mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha Waralaba khususnya yang memiliki Ciri Khas Usaha, kreatifitas, dan daya saing tinggi, serta meningkatkan peran usaha kecil dan menengah dalam kegiatan usaha Waralaba.

 

DASAR ILHAM DESAIN LOGO WARALABA

Dasar ilham desain logo Waralaba mencerminkan perkembangan kegiatan usaha Waralaba yang digambarkan dengan bentuk kotak dan melambangkan ketangguhan orang perseorangan atau badan usaha dalam mengembangkan usaha serta kepedulian terhadap kemitraan usaha Waralaba. Tulisan “Waralaba Indonesia Terdaftar” menunjukan bahwa orang perseorangan atau badan usaha tersebut telah terdaftar di Kementerian Perdagangan.

 

UNSUR SIMBOL PADA LOGO

Unsur simbol pada logo digambarkan dengan bentuk kotak yang merupakan penggambaran makna kinerja Kementerian Perdagangan yang bisa diandalkan (dependable) dalam pembinaan dan pengembangan kegiatan usaha Waralaba.

 

UNSUR LOGOTYPE

  1. Standar ukuran dengan unsur grafik utama berupa kotak berukuran 15.5×15.5 cm outer beveled box, 11.2×2 cm rectangular box, dan 5.7×9.8 cm inner rectangular box,
  2. Bentuk penyajian dengan Raised Metal Placque,
  3. Panduan warna dengan Blackmetallic dan Silvermetallic,
  4. Jenis dan ukuran huruf untuk kata “WARALABA INDONESIA” dengan ketentuan Bangla MN 27.5pt, huruf “W” dengan ketentuan Cambria 200pt, kata “TERDAFTAR” dengan ketentuan Gill Sans Light, dan kata “KEMENTERIAN PERDAGANGAN dengan ketentuan Bangla MN 20.5pt.

 

Editor : R. Indra

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait